KUBU RAYA – Guna memantau dinamika harga harian serta mencegah terjadinya kelangkaan bahan pangan di masyarakat, personel Polsek Sungai Ambawang menyambangi Pasar Tradisional Sungai Ambawang Kuala, Kabupaten Kubu Raya. Langkah monitoring dan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok (bapok) ini digelar pada Kamis pagi (24/9/2026) sekira pukul 08.30 WIB.

Kegiatan pengecekan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh tiga personel Polsek Sungai Ambawang, yakni AIPTU Achmad Rizani, AIPTU Yudo Kristioko, S.H., dan AIPDA Ardi Gunawan.

Dalam kesempatan tersebut, petugas berinteraksi langsung dengan para pedagang guna memantau perkembangan harga komoditas vital, mulai dari beras, daging, telur, bumbu dapur, hingga minyak goreng dan gula pasir.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pasokan bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Sungai Ambawang Kuala dipastikan masih dalam kondisi aman dan tercukupi. Meski pergerakan harga komoditas pangan bersifat dinamis mengikuti tingkat konsumsi masyarakat dan ketersediaan pasokan, petugas tidak menemukan adanya lonjakan harga yang naik secara signifikan.

Beberapa harga komoditas catat di lapangan antara lain beras dipatok bervariasi dari harga Rp14.000/kg (kualitas bawah) hingga Rp18.000/kg (kualitas super). Untuk komoditas daging, daging ayam ras segar dijual seharga Rp30.000/kg dan daging sapi di angka Rp170.000/kg. Sementara itu, telur ayam ras berada di kisaran Rp34.000/kg, cabai rawit merah Rp76.000/kg, bawang merah Rp70.000/kg, serta minyak goreng curah Rp19.350/kg.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini penting dilakukan sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar serta upaya pengendalian inflasi di daerah.

Ke depan, personel Bhabinkamtibmas diimbau untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah desa melalui pendekatan dialog interaktif bersama pedagang. Selain memantau rantai distribusi, kepolisian juga memberikan peringatan tegas agar para pedagang tidak melakukan praktik penimbunan komoditas maupun kecurangan perdagangan demi keuntungan pribadi yang dapat meresahkan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan